Join Vinefire!

Rabu, 30 September 2009

KONSISTEN ,,,,,,,,,KATA YANG PANTAS KUBERIKAN

KONSISTEN !!!!!!! Ya benar KONSISTEN. Kok bisa dikatakan konsisten ? Berikut ini adalah 4 contoh peristiwa yang terjadi dalam kehidupan saya (2 contoh dari sisi A dan 2 contoh dari sisi B, Secara sengaja saya tidak mengatakan sisi baik atau buruk karena semuanya saya serahkan penilaiannya kepada yang membaca tulisan ini)

2 Contoh dari sisi A

Setiap pagi ibu penjual sayur (Tukang Sayur) selalu berteriak "Sayurnya Mami....sayurnya" dan selalu saya mengatakan "Nggak Bu". Kenapa saya mengatakan tidak? Hal ini disebabkan oleh ketidakjujuran ibu penjual sayur kepada keluarga kami. Suatu hari saya dikagetkan oleh tagihan ibu penjual sayur tersebut. Tagihannya mencapai Rp. 865.000. Menurut ibu penjual sayur, tiga hari yang lalu mami saya telah berhutang dengan dia karena telah mengambil dagangannya berupa sayuran, daging, ayam, buah-buahan dan lain-lain  Tentunya kejadian ini sangat mengejutkan dan saya langsung menanyakan kebenaran tagihan tersebut kepada mami saya.
Ternyata  benar beliau mengambil dagangan dari ibu penjual sayur 3 hari yang lalu. Memang tidak ada yang aneh tetapi setelah saya cek tagihannya ternyata ada yang ganjil  yaitu barang-barang itu telah dinaikkan antara 30%-50%. dan jumlah barang yang diambil dilebih-lebihkan tanpa sepengetahuan mami saya. Mungkin si ibu tahu kalau mami saya yang sedang sakit dan duduk di kursi roda adalah orang yang pantas untuk dibohongi dan tidak mungkin mengecek satu per satu barang dagangannya. Hal itulah yang membuat saya tidak percaya dan marah kepada ibu penjual sayur walaupun begitu tetap saya bayar hutang-hutang mami saya. Satu hal yang membuat saya kesal terhadap ibu penjual sayur adalah kejadian tersebut sudah berlangsung beberapa kali selama tiga bulan. Pantesan mami saya selalu mengeluh kekurangan uang kepada saya (dalam pikiran saya mungkin uangnya habis dipakai buat cucunya yang sering datang ke rumah). Sejak saat itu kami tidak pernah belanja lagi kepada ibu penjual sayur tersebut.
Pertanyaaannya adalah dimana konsistennya? Walaupun kami tidak pernah membeli dari ibu tadi tetapi tetap saja setiap hari jam 7.00 pagi selalu mangkal di depan rumah dan tidak henti-hentinya menawarkan barang dagangannya kepada kami. Saya langsung berpikir apakah ini yang dinamakan konsiten (mungkin urat malunya sudah putus kali ya) dalam berjualan???
Mungkin saja si ibu itu berpikir hari ini tidak membeli pasti suatu saat akan membeli juga. Benar juga, ternyata menurut keponakan saya yang tinggal di rumah mengatakan pernah membeli barang dagangan dari si ibu apabila ada bahan masakan yang kurang dan butuh segera untuk sarapan pagi kami.



Beberapa bulan lalu Sinema produksi sinetron Gentabuana sangat ramai di Indosiar, namun para pemainnya banyak yang tak dikenal masyarakat, mereka tak pernah muncul di infotainment, tapi wajahnya sangat familiar banget karena dari pagi, siang, sore, petang hingga malam hari wajah mereka sering muncul dalam berbagai karakter dan cerita. dan Indosiar adalah stasiun televisi yang sangat diuntungkan dari program ini. Karena program sinetron Gentabuana ini merupakan penyumbang rating tinggi bagi Indosiar. Pernah dipasang di TV lain macam SCTV, TPI, ANTV, tapi kurang sukses. Mungkin sudah jodoh, Gentabuana Paramita dengan Indosiar. Acara-acara Gentabuana Paramita mampu bersaing dengan produk-produk SinemArt di RCTI dan md entertainment di SCTV. Tahun 2008, Gentabuana telah memproduksi drama. Sebelumnya kita kenal, Gentabuana pencetak film-film kolosal, macam Angling Dharma, Misteri Gunung Merapi, Wali Songo, Keris Empu Gandring, Karmapala, dan lain-lain. Sukses sinetron JIHAN membuat nama-nama aktor dan aktris Gentabuana mulai diokenal masyarakat luas. Mengingat jangkauan Indosiar jernih hingga ke pelosok-pelosok.

Sebagian orang mengatakan sintron yang ditayangkan Indosiar ini kurang bermutu karena ceritanya mudah ditebak, dangkal dalam materi cerita, ceritanya itu-itu saja, special efeknya kampungan dan lain-lain. Tetapi Indosiar tetap konsiten menyiarkan sinetron-sinetron tersebut karena sinetron-sinetron tersebut banyak juga yang menyukainya terutama ibu-ibu rumah tangga di daerah pinggiran kota Jakarta dan daerah di luar Jakarta termasuk mami saya (penyumbang rating tertinggi bagi Indosiar lho). Konon kabarnya pemain-pemainnya dibayar mahal lho (isu kali ye). Tetapi tetap saya mengangkat jempol atas kekonsistenan Indosiar maupun PT Gentabuana menyiarkan sinetron-sinetronnya dan sepertinya tutup kuping atas segala kritik dari pengamat tv dan film atas produksi mereka. Salut !!!!!!!


2 Contoh dari sisi B


Kemenangan Barack Husein Obama telah membuka mata masyarakat dunia dan Indonesia tentang suatu perubahan yang mendasar dari seorang manusia. Seorang keturunan Afrika-Amerika dengan warna kulit hitam berhasil memenangkan kursi kepresidenan dari negara yang katanya adidaya dan polisi dunia dimana 30 tahun yang lalu tidak terbayangkan oleh kita semua seorang kulit hitam bisa jadi Presiden Amerika Serikat. Semua orang antusias merayakan kemenangan Obama termasuk Indonesia. Tetapi saya kurang tertarik sengan pesta kemenangannya. Saya hanya tertarik kepada perjalanan politik seorang Obama  dengan kekonsistenannya selama 10 tahun terakhir. Sebagai seorang politisi dari negara bagian Chicago, karir Obama dimulai dari Resident Community yang dijalaninya secara konsiten untuk berhubungan langsung dengan rakyat yang memilihnya tanpa mengenal lelah dan sepertinya siklus kerja Obama adalah 1x24 jam 7 hari seminggu. Jadi tidak heran kalau Obama dapat menggapai kursi kepresidenan Amerika Serikat dalam waktu singkat. Hal ini terjadi karena kerja keras, komitmen dan tentu saja konsisten dalam menjalankannya
.


Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati beserta seluruh jajaran eselon satu Departemen Keuangan, Rabu malam lalu, menyampaikan rencana pengunduran diri kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Niat itu disampaikan oleh Sri beserta jajaran lengkap pejabat Departemen Keuangan di Istana Negara, Jakarta. “Pertemuan itu hanya dilakukan dengan Presiden,” kata sumber Tempo di lingkungan Istana. “Sekitar pukul 11 malam.”
Aksi mundur ini berawal dari kekecewaan Sri Mulyani dan jajaran Departemen Keuangan atas intervensi pemerintah terhadap Bursa Efek Indonesia. Semula, Bursa akan kembali memperdagangkan saham Bumi Resources milik Grup Bakrie, yang dihentikan perdagangannya di lantai bursa sejak 7 Oktober lalu akibat harganya longsor hebat.
Rencana pencabutan suspensi saham Bumi telah dikeluarkan Bursa pada pukul 08.30 WIB. Kebijakan ini ditempuh karena telah ada penjelasan dari pihak Bakrie sebelumnya tentang rencana penjualan maksimal 35 persen saham Bumi kepada Northstar Pacific senilai US$ 1,3 miliar.
Namun, tiba-tiba keputusan itu dibatalkan sesaat sebelum perdagangan sesi pertama dibuka pada pukul 09.30. Tak ada penjelasan detail di balik keputusan ini. Direktur Bursa Efek Indonesia Erry Firmansyah hanya menyebutkan, “Atas permintaan pemerintah.”
Menurut sumber lainnya, keputusan pembatalan pencabutan suspensi terpaksa dilakukan Sri setelah menerima perintah dari Presiden. Sebab, kabarnya, ada sejumlah menteri dan pejabat di lingkungan Istana yang membisikkan kepada Presiden, jika hal itu dilakukan, dikhawatirkan saham Bumi akan anjlok dan merusak pasar secara keseluruhan.
Menteri Badan Usaha Milik Negara Sofyan Djalil disebut-sebut sempat menemui Presiden membicarakan soal ini. Ia pun dikabarkan menghubungi Sri dan menyarankan pembatalan pencabutan suspensi. Namun, ia membantah. "Tidak ada, lagi pula saya tidak tahu soal itu," ujarnya di kantornya kemarin. “Itu gosip.”
Suara di kabinet kabarnya memang terbelah. Di satu sisi, ada yang menganggap rencana Sri membuka suspensi saham Bumi tak disertai alasan jelas. Sedangkan pihak lainnya berprinsip aturan bursa harus ditegakkan tanpa pandang bulu. “Kenapa Bakrie harus mendapat perlakuan khusus,” ujar sumber di Departemen Keuangan.
Keputusan kontroversial inilah yang kemudian menyulut kemarahan jajaran Departemen Keuangan. Sri siang itu juga langsung memimpin rapat membahas persoalan ini di markas Departemen Keuangan di Lapangan Banteng.
Pertemuan berlangsung hingga larut malam. “Kami sepakat, aturan harus ditegakkan, apa pun taruhannya,” kata salah seorang peserta rapat. “Kalau tidak begitu, lebih baik mundur. Ini soal integritas.”
Setelah kata sepakat dicapai, Sri bersama seluruh pejabat eselon satu menemui Presiden di Istana. Dalam pertemuan itu, kata sumber tadi, Sri menyampaikan niatnya tersebut. Tapi Presiden secara tidak langsung menolak permohonan mundur Sri.
Sri pun akhirnya mengurungkan niatnya, asalkan ia bersama jajarannya diberi kepercayaan penuh. “Yang penting, ini menjadi pembelajaran,” kata seorang pejabat. “Setelah itu, kami masih berdiskusi hingga pukul dua dinihari.”
Juru bicara Presiden, Andi Mallarangeng, membantah kabar pengunduran diri Sri Mulyani. “Bu Ani baik-baik saja,” ujarnya. Sri pun hanya berujar, “Ah, yang benar....”
(http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2008/11/07/headline/krn.20081107.147338.id.html)
Saya harus mengangkat dua jempol kepada Ibu Sri Mulyani secara konsisten menjalankan good government.

Konsiten adalah kata yang tepat  dalam menjalankan prinsip hidup agar cita-cita yang diimpikan dapat tercapai.

Senin, 28 September 2009

2 KENIKMATAN DUNIA: MENGHINA ORANG DAN MELIHAT ORANG SUSAH

Setelah makan siang, saya kedatangan seorang teman lama yang sudah hampir 6 tahun lamanya tidak ketemu. Selama ini beliau tinggal di Oregon Amerika Serikat bersama istri dan seorang puteri selama 10 tahun. Beliau adalah tetangga sebelah sewaktu saya tinggal di Kebon Jeruk, Kristen yang taat, WNI keturunan Tionghoa, teman diskusi maupun curhat dan umurnya lebih tua dari saya (62 tahun) sehingga saya tulis dengan beliau. Beliau sangat perhatian terhadap hal-hal kecil yang terjadi di sekitar lingkungan kompleks perumahan kami.


Sewaktu kerusuhan bulan Mei 1998, rukonya habis dibakar orang dan akhirnya beliau memutuskan untuk pindah ke Amerika Serikat mengikuti isterinya yang bekerja di Texas. Setelah kontrak kerja isterinya di Texas habis, mereka berdua pindah ke Oregon dan tinggal bersama puteri tunggalnya yang sedang menyelesaikan kuliah arsitek. Tahun 2002, kami bertemu lagi di Portland Oregon saat saya berlibur ke sana.


Sejak itu tidak ada kabar berita dari beliau. Rupanya beliau sudah di Indonesia hampir 6 bulan dan terkejut, saya sudah tidak tinggal di Kebon Jeruk lagi dan rumah saya sudah menjadi milik orang karena saya sudah pindah ke rumah orang tua saya di Cempaka Putih. Beliau mencoba bertanya-tanya kepada tetangga di Kebon Jeruk dan mendapatkan nomor telepon saya sehingga akhirnya saya dapat ketemu lagi.


Ada cerita yang menarik dalam obrolan kami siang tadi, beliau bercerita tentang banyak hal tetapi ada ucapan beliau yang selalu saya ingat. Ada 2 kenikmatan yang melebihi kenikmatan apapun di dunia yaitu


  1. Menghina orang. Betapa terkejutnya saya ketika beliau mengatakan itu. Dalam hati sempat berkata sudah gila nih orang atau sudah terlalu lama di Amerika jadi terpengaruh Bush Syndrome. Beliau menjelaskan kepada saya tentang arti menghina orang. Beliau bercerita, selama pulang di Indonesia kerjanya adalah menonton siaran televisi dan semua channel ditonton untuk menghabiskan waktu sehari-harinya. Dia menceritakan bagaimana lucu dan ironisnya acara TV (maaf kalau disebutkan) seperti Empat Mata (Tukul), Super-super.... (Indosiar), berita infotainment dan lain-lain. Tetapi fokus beliau adalah 2 acara yang disebutkan, dimana bagamana lucu dan puasnya kita tertawa ketika menyaksikan orang-orang yang ada di acara itu saling menghina, meledek secara halus maupun vulgar dan kita menikmati itu dengan tertawa keras/terbahak-bahak sampai perut kita kesakitan bahkan sampai mengeluarkan air mata. Dan ini bukan hanya di media TV tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Apakah ini kenikamatan yang tiada duanya melebihi kenikmatan menjadi orang kaya, paling punya uang tinggal beli ini itu dan sudah serta tidak sampai anggota tubuh kita dari kepala sampai kaki menikmati kebahagian saat menghina orang. Buktinya rating di TV tinggi melebihi acara sinetron dan lain-lain.
  2. Melihat orang susah. Contoh yang diberikan adalah suatu berita dimana sesorang motivator membagi bagikan uangnya melalui pesawat terbang kepada rakyat miskin di Serang Banten, Lihat, seorang motivator betapa menikmati ketika membagi-bagikan uang di udara sambil tertawa-tawa. Kemudian contoh yang lain adalah ketika kondisi ekonomi yang sedang susah akibat kenaikan BBM, pengangguran yang semakin banyak (sebagai indikator banyak pengangguran yang paling mudah adalah banyak manusia usia produktif yang ikut demo, nongkrong di perempatan jalan dan lain-lain), harga-harga bahan pokok seperti beras, telur, minyak goreng yang ikut naik tanpa disertai kenaikan pendapatan tetapi elit-elit di pucuk kekuasaan masih bisa tertawa-tawa, terus korupsi sampai ketahuan, acara-acara pernikahan anak pejabat dan selebritis yang mewah sementara lingkungan disekitarnya masih ada yang minta-minta dan kelaparan sehingga sudahlah itu yang dinamakan kenikmatan dunia. Bahkan katanya kadangkala kita sering ngomel kepada pengemis dan dengan bangganya mengatakan orang masih gagah, sehat, produktif kok dan lain-lain minta-minta tanpa pernah bertanya alasan mereka melakukan itu. Dan contoh yang paling sering dilihat adalah ketika orang kesandung dan terjerembab di depan kita kadang-kadang kita tertawa dan hanya bisa melihat saja tanpa berusaha menolong. Pengendara motor yang berseliweran tanpa mengindahkan keselamatan dirinya dan orang lain layaknya menjadi raja yang menikmati kekuasaan diwilayah kerajaannya eh jalan maksudnya adalah contoh yang diberikan.

Setelah mendengar cerita beliau, langsung otak ini berpikir apa maksudnya dan melalui perenungan sesaat akhirnya saya tertawa terbahak-bahak melihat kegalauan beliau tentang apa yang dilihat selama kembali ke Indonesia dan saya katakan tidak semua orang Indonesia seperti itu dan masih banyak yang baik tetapi beliau katakan coba sedikit jured (jujur dan edan) kepada diri sendiri dan kita kerap menikmati 2 kenikmatan dunia tersebut diatas baik sengaja maupun tidak disengaja. Dan kata beliau, bukti yang gampang adalah saya tertawa saat beliau galau dan bingung terhadap tertawa terbahak-bahaknya saya. Bahkan ketika orang bodoh bertanya tentang suatu yang mudah dijawab oleh kita tetapi karena orang bodoh ini tidak tahu kita pun tertawa menikmati kesusahan dan kebodohan orang bodoh (dalam hati mengatakan bodoh amat nih orang). Nah inilah cerita tentang kedua orang bodoh yang sedang memahami tentang 2 kenikmatan dunia. Renungkanlah!

Jaring Laba-labaku (I)

Memang sudah menjadi kodrat seorang manusia sebagai makhluk sosial untuk berinteraksi dengan sesama. Layaknya seekor laba-laba yang rajin dan tekun untuk membuat jaring. Bagi saya jaring seperti yang dibuat oleh laba-laba berarti mencari teman atau menambah pertemanan sesama umat manusia.

Pertemanan bisa dilakukan lewat jalur formil seperti sekolah, kuliah, kantor atau member klub. Tetapi pertemanan bisa juga dimulai dari lingkungan kita sendiri. Dalam dunia maya ada jalur pertemanan yang dinamakan social network seperti facebook, friendster, yahoo group, twitter, multiply, plurk dan lain-lain.

Pertemanan juga bisa terbentuk lewat kesamaan hobi, sifat, kesukaan, atau yang lainnya. Ini mungkin yang dinamakan komunitas. Kebetulan salah satu hobi saya adalah membaca dan menulis sehingga secara otomatis saya akan masuk komunitas yang berhubungan dengan hobi saya tersebut.

Salah satu komunitas yang menampung aspirasi menulis dan membaca saya adalah

Shvoong
Situs ringkasan dunia

"Shvoong" adalah pusat ringkasan tingkat dunia, menawarkan banyak ragam ringkasan dalam 34 bahasa. Tujuan "Shvoong" adalah meringkas semua yang pernah ditulis sepanjang sejarah manusia dalam bidang sastra dan riset sains, sehingga memberi kita intisari pengetahuan manusia. Semua ringkasan tersebut ditulis oleh pengguna shvoong, warga dunia yang tidak hanya menularkan pengetahuan mereka kepada semua orang, tapi juga memperoleh royalti dari kerja mereka. Situs ini bukan bermaksud mengganti hal yang sebenarnya-buku maupun hasil kajian dengan ringkasan, namun berfungsi sebagai sarana yang membantu kita berenang di lautan informasi, memisahkan sekam dari biji padi.

Motto "Shvoong" adalah "TULIS DAN DAPATKAN BAYARAN". Kita boleh menulis ringkasan atau resensi buku, artikel atau koran yang pernah diterbitkan, website, film maupun tulisan akademis. Tulislah abstrak dengan menggunakan kata-kata kita sendiri. Isi abstrak yang melanggar hak cipta akan dihapus. Ringkasan akan tersedia dalam panjang yang berbeda: (i) dibawah 300 kata, (ii) dibawah 600 kata, (iii) di bawah 900 kata, yang dapat dipilih sesuai keinginan. Ringkasan akan tersedia dalam hampir semua bahasa.
Yang lebih penting lagi adalah selain menyalurkan hobi menulis dan membaca, kita juga mendapat bayaran yang ketentuannya dapat dilihat di SINI
Apabila kita ingin mendapatkan penghasilan tambahan di "Shvoong" selain menulis maka kita dapat mengajak teman-teman untuk bergabung terutama yang mempunyai kesamaan hobi karena "Shvoong" memberikan bayaran kepada kita yang mengajak atau menjadi sponsor teman-teman.
Silakan bergabung di "Shvoong" dan anda akan mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan yang ada di dunia ini.



Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

Sabtu, 26 September 2009

GAMELAN : Alat Musik Tradisional Indonesia

Gamelan adalah ensembel musik yang biasanya menonjolkan metalofon, gambang, gendang, dan gong. Istilah gamelan merujuk pada instrumennya / alatnya, yang mana merupakan satu kesatuan utuh yang diwujudkan dan dibunyikan bersama. Kata Gamelan sendiri berasal dari bahasa Jawa gamel yang berarti memukul / menabuh, diikuti akhiran an yang menjadikannya kata benda. Orkes gamelan kebanyakan terdapat di pulau Jawa, Madura, Bali, dan Lombok di Indonesia dalam berbagai jenis ukuran dan bentuk ensembel. Di Bali dan Lombok saat ini, dan di Jawa lewat abad ke-18, istilah gong lebih dianggap sinonim dengan gamelan.

( A Gamelan is a musical ensemble from Indonesia, typically from the islands of Bali or Java, featuring a variety of instruments such as metallophones, xylophones, drums and gongs; bamboo flutes, bowed and plucked strings. Vocalists may also be included. The term refers more to the set of instruments than to the players of those instruments. A gamelan is a set of instruments as a distinct entity, built and tuned to stay together — instruments from different gamelan are generally not interchangeable. The word "gamelan" comes from the Javanese word "gamel", meaning to strike or hammer, and the suffix "an", which makes the root a collective noun. Real hammers are not used to play these instruments as heavy iron hammers would break the delicate instruments. )

Berikut adalah gambar alat-alat musik gamelan dan temapat pembuatan gamelan :



















Tempat pengrajin gamelan ini sangat terkenal dan gamelan buatan mereka sudah banyak yang diekspor ke mancanegara. Sebagai warisan nenek moyang bangsa Indonesia, saatnya kita melestarikan dan memperkenalkan alat musik tradisional ini. Mungkin banyak orang yang kebingungan atau tidak mengetahui dimana tempat pembuatan alat musik ini. Mudah-mudahan dengan adanya postingan ini dapat menambah wawasan dan informasi apabila ingin mengetahui lebih jelas tentang alat musik tradisional asli Indonesia ini.

( Gamelan craftsmen are very well known and its products are exported to many foreign countries. As the cultural heritage of Indonesia, it is time we preserve and introduce this traditional instrument. Perhaps many people are confused or not know where the place of manufacture of this instrument. Hopefully with the existence of this post can add insight and information if you want to know more clearly about Indonesian traditional musical instrument. )

Lokasi : Bandung - Jawa Barat
( Location : Bandung - West Jawa )

Apabila ada yang berminat untuk membeli seperangkat gamelan baik yang terbuat dari perunggu, kuningan atau besi dapat menghubungi Pak Budy: 08156003838, 08122010181 atau email: e.rudiyanto@yahoo.com

( If anyone is interested in buying either a set of gamelan, made of bronze, brass or iron can contact Mr Budy: 08156003838, 08122010181 or email: e.rudiyanto @ yahoo.com )


Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

Minggu, 20 September 2009

FILOSOFI LABA-LABA DAN CECAK DALAM DUNIA BISNIS

Tuhan mengajak kita merenungkan ayat Qur'an berikut ini, yang disampaikanNya untuk menunjukkan jalan yang benar kepada manusia yang diciptakanNya:

Dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang, dan bahtera yang berlayar di lautan untuk kemaslahatan manusia, dan air yang dikirimkan Tuhan dari langit - yang dengannya dihidupkanNya bumi sesudah mati (kering) dan disebarkanNya berbagai jenis mahluk - dan angin serta awan yang bergerak dengan patuhnya ke berbagai arah di antara langit dan bumi; sungguh terdapat tanda-tanda bagi mereka yang menggunakan akalnya. (Surat al-Baqarah: 164)



Benang laba-laba itu ternyata lima kali lebih kuat dari baja dengan ketebalan sama dan memiliki gaya tegang 150 ribu kilogram per meter persegi. Seandainya berdiameter 30 cm, benang itu akan mampu menahan berat 150 mobil! Kehebatan benang tersebut telah menginspirasi ilmuwan untuk membuat jaket antipeluru dari bahan yang dinamakan Kevlar (hanya 1/10 kekuatan benang laba-laba).

(http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0408/13/muda/1204486.htm)





Cecak
atau cicak adalah hewan reptil yang biasa merayap di dinding atau pohon. Cecak berwarna abu-abu, tetapi ada pula yang berwarna coklat kehitam-hitaman. Cecak biasanya berukuran sekitar 10 centimeter. Cecak bersama dengan tokek dan sebangsanya tergolong ke dalam suku Gekkonidae.

Cecak biasa memakan serangga dan terutama nyamuk. Biasanya cecak hidup di dinding-dinding dan di atap rumah. Di alam cecak biasanya hidup pada tempat-tempat teduh.
(http://id.wikipedia.org/wiki/Cecak)

Pernyataan tersebut di atas telah menyiratkan bagaimana Allah SWT menciptakan alam semesta untuk kemaslahatan umat manusia. Tetapi hanya manusia yang mau berpikir akan mendapatkan makna penciptaan Allah SWT tersebut. Contoh yang saya berikan adalah laba-laba dan cecak dalam konteks bisnis.

Tulisan ini terinspirasi oleh postingan seorang teman tentang "Sukses Menjual Sebelum Berjualan" sehingga saya teringat akan pesan almarhum bapak dulu tentang filosofi laba-laba dan cecak dalam bisnis. Sebetulnya tidak hanya bisnis dalam mencermati filosofi ini tetapi banyak bidang yang saling berkaitan.
Menurut saya, bisnis adalah seni menjual, seni memberi dan menerima serta selalu bersinggungan dengan rasa dan perasaaan. Pertanyaannya adalah bagaimana caranya menjual/memberi? Apa yang dijual dan yang diterima? Siapa saja yang diberi dan diterima?.
Saya tidak akan menjawab satu persatu karena sudah banyak yang mengulas itu semua dalam bentuk buku, seminar, kuliah dan sebagainya. Yang ingin saya jelaskan adalah filosofinya bagaimana laba-laba dan cecak bisa dijadikan model yang baik sebelum kita menjalankan bisnis.
Tahukah anda? Laba-laba yang sering digambarkan dalam bentuk film "Spiderman" yang dapat terbang, bergelayutan dengan mengandalkan kekuatan jaring-jaringnya dan menangkap musuhnya juga menggunakan jaring-jaring tersebut. Itu yang paling mudah terlihat.

Pernahkah kita memperhatikan bagaimana laba-laba membuat jaring-jaring tersebut dengan pilinan yang teratur, sabar, tekun dan berhenti ketika dia merasa cukup yakin bahwa besaran jejaringnya dapat dengan mudah menjebak mangsanya. Ini adalah proses yang harus dilalui oleh seekor laba-laba. Begitu pula dalam bisnis supaya kita dapat mangsa yang baik (customer yang baik) maka kita harus terus menerus membentuk jaringan yang cukup luas melalui proses yang panjang, tekun, sabar dan mempunyai kepribadian yang baik sehingga pada akhirnya dengan sikap yang tenang maka customer akan menghampiri dan selalu membutuhkan kita karena kepribadian kita yang selalu memberi perhatian terhadap customer. Contohnya kembali lagi adalah laba-laba dengan duduk ditengah sambil menunggu mangsanya yang terperangkap di jejaringnya. Rejeki memanbg di tangan Allah SWT tetapi bagaimana rejeki mau didapat kalau kita sendiri tidak melakukan usaha (berikhtiar) dan selalu istiqomah.

Bagaimana dengan cecak? Hewan satu ini memang selalu tampak di rumah-rumah dengan suaranya cak.. cak...cak...cak... Kehidupan hewan kecil ini jarang sekali kita perhatikan dan pelajari. Seperti pernyataan pertama kali mengenai makanan cecak adalah serangga terutama nyamuk. Pernahkah kita berpikir tentang cecak yang hanya bisa merayap dan tidak bisa terbang kecuali cecak terbang (khusus) tetapi makanannya adalah hewan yang dapat terbang. Bagaimana bisa hal itu terjadi? Kembali lagi kita harus berpikir dan mengamati kehidupan cecak tersebut yang selalu merayap-rayap di langit-langit rumah. Merayap-rayap ini adalah bagian dari suatu ikhtiar dari seekor cecak untuk mendapatkan makanan. Tetapi khan cecak tidak bisa terbang?
Disinilah tangan Allah SWT yang bermain dan bekerja secara otomatis. Allah telah menetapkan rejeki kepada seluruh makhluk ciptaannya di dunia terutama manusia sesuai dengan Qodrat dan Iradat-Nya. Untuk itu kita harus selalu bersyukur dan bertafakur kepada Allah SWT bahwasanya hidup kita di dunia sudah diatur sedemikian rupa oleh Allah SWT sehingga kita tidak seharusnya takut akan kehidupan masa sekarang maupun masa yang akan datang. Kita dituntut untuk selalu berpikir dan berusaha untuk mendapatkan apa yang kita cita-citakan dan setelah itu kita pasrah (tawadu) sesuai dengan ketentuan Allah terhadap diri kita. Amin





Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

CABE (CHILLI)



Family :
Solanaceae
Genus :
Capsicum
Species :
Capsicum annum, Capsicum frutescens, Capsicum chinense
India - Chilli (Mirchi)
America - Chile dan Chile pepper
Eropa - Chili , Chilli



Tanaman cabe sudah lama dikenal manusia sebagai penyedap makanan tepatnya di Amerika Tengah dan Amerika Selatan sekitar 7000 SM dan mulai dilakukan kultivasi (cangkok/stek) sekitar 3500 SM. Christopher Columbus adalah orang pertama yang memperkenalkan tanaman cabe ke dunia barat dengan nama "chile pepper." sehingga terkenal sebagai rempah-rempah di Spanyol sampai ke Portugis. Tahun 1498 tanaman cabe dibawa ke India sebagai rempah-rempah yang berasa pedas dan menjadi komoditi ekspor utama India ke seluruh dunia. Ada sekitar 400 varietas tanaman cabe yang dibedakan mulai dari tingkat kepedasan, ukuran, bentuk dan warna diantaranya :

1. Aji (
"Yellow Chile" or "Yellow Peruvian chile.")
2. Anaheim, banyak ditanam di Meksiko

3. Bell peppers (varietas cabe yang ditemukan di Amerika Selatan sekitar 500 SM)

4. Bolita (Cascabe)

5.
Cascabel (Bola Chile)
6.
Cayenne
7.
Chiltepin or Piquin (Nahuat dalam bahasa Meksiko)
8.
Habanero (Satu lagi dari Havana dalam bahasa Spanyolnya)
9.
Jalapeno
10. Jamaican Hot
11. Mirasol
12. Paprika
13. Pasila
14. Pimento
15. Poblano
16.
Scot's Bonnet atau Scotch Bonnet
17. Serano
18. Naga Jolokia (varietas cabe India yang paling pedas di dunia dengan tingkat kepedasan sekitar 855.000 scu)
19. Birdseye or Dhani Chillies sering disebut African Devil Chile dan banyak ditanam di India, Zimbabwe, Uganda, Malawi, China, Meksiko dan Papua Nugini
20. Byadagi or Kaddi Chillies
21.
Ellachipur Sanman Chillies
22.
Guntur Sanman Chillies
23.
Hindpur Chillies
24.
Jwala Chillies
25.
Kanthari Chillies
26.
Kashmiri Mirch
27.
Mundu Chillies atau Gundu Molzuka
28.
Nalcheti Chillies
29.
Tomato Chilli atau Warangal Chappatta

Untuk mengetahui tingkat kepedasan cabe digunakan suatu metode pengujian yang disebut Scoville Organoleptic Test (Wilbur L. Scoville yang menemukan metode ini tahun 1912) yang masih dipakai sampai sekarang yang ditest melalui mesin High Performance Liquid Chromatograph (HPLC) sebagai pengganti pengetesan rasa oleh manusia. Berikut adalah tingkat kepedasan masing-masing varietas :
  • Pure Capsaicin 16,000,000
  • Naga Jolokia 855,000
  • Red Savina Habanero 580,000
  • Red Habanero 150,000
  • Tabasco 120,000
  • Tepin 75,000
  • Chiltepin 70,000
  • Thai Hot 60,000
  • Jalapeno M 25,000
  • Aji Escabeche 17,000
  • Cayenne 8,500
  • Pasilla 5,000
  • Serrano 4,000
  • Mulato 1,000
  • Bell Pepper 0
Sekarang cabe telah menjadi rempah-rempah utama dalam pembuatan makanan seperti saos sambal hijau, saos sambal merah, salsa, bubuk cabe dan juga untuk pengobatan seperti balsem, inhaler, permen pengganti rokok dan lain lain. India adalah negara produsen dan pengekspor cabe terbesar di dunia yaitu 25% kebutuhan cabe di dunia berasal dari India dan setelah itu adalah Meksiko. Cabe India banyak diekspor ke USA, Kanada, Inggris, Saudi Arabia, Singapura, Malaysia, Jerman dan beberapa negara di dunia termasuk Indonesia. Salah satu bukti keberhasilan produksi cabe di India dapat terlihat di bawah ini :











































All Image By Here and private collection


Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

Minggu, 30 Agustus 2009

BUBUK CABE (CHILI POWDER)

Bubuk cabe merupakan salah satu komoditi yang banyak dipakai industri makanan seperti industri mie, makanan kecil (snack), saos sambal dan sebagainya. Pada awal saya memulai bisnis maka bubuk cabe adalah komoditas yang dijual. Hampir 8 tahun, saya melakukan bisnis bubuk cabe ini dan semuanya dimulai dari usaha kecil-kecilan. Cabe yang jual kebanyakan berasal dari luar negeri (impor) yaitu dari India dan Cina. Cabe lokal juga saya jual tapi tidak sebanyak impor. Alasannya adalah masalah kualitas, kuantitas dan kontinuitas.

( Chili powder is one commodity that is widely used for industrial food industry, such as noodles, snacks (snack), Tabasco sauce and so on. At the beginning of the business, chili powder is a commodity sold. Almost 8 years, I tried chili powder and it all started from a small business. Most chilli powder imported from India and China. I also sell local chili powder, but not as much as imports. The reason is the issue of quality, quantity and continuity. )













































































Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

Sabtu, 29 Agustus 2009

INDUSTRI MAKANAN DI CILEUNGSI

Tanpa terasa sudah 2 tahun usaha kecil makanan tradisional ini berjalan. Dengan segala pernak-perniknya mulai dari kenaikan BBM, minyak goreng, konversi minyak tanah dan pemilihan produk yang tepat untuk dijual, akhirnya usaha ini dapat bertahan dan berkembang/bertambah jenis produk yang dijual.

Memang 3 bulan terakhir ini saya jarang berkunjung ke Cileungsi tapi terus memantau lewat telpon. Selain makaroni rasa jagung bakar, produk yang dijual adalah stik rasa bawang, mi kremes rasa balado dan keripik singkong rasa balado/rasa gurih original.

Saya hanya bisa berdoa dan bermimpi bahwa usaha ini makin berkembang dan maju serta menjadi contoh bagi lingkungan sekitar untuk mempopulerkan makanan tradisional selain juga dapat menambah perekonomian keluarga.








































































































































Page copy protected against web site content infringement by Copyscape
Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.